Thursday, November 14, 2013

Apakah Ibu Bisa Menyusui Tanpa Hamil Dan Melahirkan (Induced Lactation) ?



Pertanyaan dari judul artikel di atas sering diutarakan bagi pasangan suami istri yang sangat mendambakan kedatangan buah hati (istri bisa hamil). Namun karena berbagai faktor seperti gangguan organ reproduksi dan lain-lain, sering sekali kita harus mengubur dalam-dalam impian memiliki anak dari darah daging sendiri. Nah, solusi itu semua adalah dengan mengangkat seorang anak sehingga pasangan suami istri bisa merasakan kedatangan “si buah hati” layaknya sebuah keluarga yang lengkap.

Namun, jika pasangan suami istri ingin mengadopsi anak mulai dari umur masih bayi, apakah si ibu (istri) bisa melaksanakan tugas mulianya untuk menyusui bayi angkatnya layaknya para ibu yang bisa hamil dan menyusui walaupun seumur hidup si ibu angkat tidak pernah melahirkan apalagi menyusui?

Kami juga sulit menjumpai di Indonesia via google untuk mencari referensi atau pun sharing pengalaman bagaimana induced lactation ini dibahas.

Artikel ini berusaha mengungkap dasar-dasar ilmiahnya beserta tips penyusuan buatan atau lebih dikenal dengan induced lactation atau adoptive breastfeeding. Artikel ini juga sebagai sarana untuk menambah wawasan, dan kampanye ASI ekslusif.

Selamat membaca ya bu !
Proses merangsang laktasi tidak misterius, tapi juga sangat sulit untuk dimengerti, namun informasi yang salah, (dan atau kurangnya informasi yang akurat), tentang bagaimana ASI diproduksi adalah salah satu penyebab terbesar dari kegagalan laktasi baik secara alami (pasca melahirkan) maupun buatan (induced lactation). Dengan memahami bagaimana sistem tubuh untuk mensintesis ASI, proses merangsang laktasi akan menjadi lebih mudah.


Dasar Sistem Payudara Ibu

Beberapa elemen dari sistem seperti puting, areola, saluran susu, sinus susu (ampula), kelenjar montgomery, dan kelenjar susu yang digunakan dalam proses laktasi dan menyusui. Sementara unsur-unsur lain seperti sistem limfatik, sistem saraf, kelenjar pituitari, hipotalamus, thalamus, hormon, dan otak memiliki peran yang tidak hanya penting untuk menyusui tetapi juga diperlukan untuk fungsi normal dari organ lain dalam tubuh. Otak, (termasuk sekresi dan keseimbangan neurotransmitter kimia), adalah pusat dari seluruh fungsi tubuh, dan yang terpenting dalam proses laktasi buatan (induced lactation). Sebagai catatan : sebenarnya jika si ibu sudah tidak memiliki rahim pun yang disebabkan tindakan medis terutama histerektomi, tetap bisa memproduksi ASI secara buatan.


Anatomi Payudara Ibu

Gambar. Anatomi Payudara



Puting Susu , Areola , Saluran Susu dan Hormon : Jaringan interkoneksi saluran susu berujung di belakang puting. Ada sekitar 15 sampai 30 sinus susu (ampula). Dari sini ASI akan disimpan sementara sehingga bisa dikeluarkan melalui ujung puting susu ibu. Jerawat kecil seperti gundukan yang muncul di permukaan areola adalah kelenjar montgomery , yang selama menyusui menjadi sedikit membesar , dan mengeluarkan zat yang membantu melumasi dan melindungi puting dan areola . Ketika dirangsang oleh pijat atau menyusui , saraf yang terkandung dalam kulit puting dan areola mengirim sinyal , ( dalam bentuk impuls listrik ) , ke otak . Sinyal ini dikirim ke otak untuk memproduksi hormon prolaktin dan oksitosin . Prolaktin dan oksitosin yang dilepaskan dari kelenjar pituitari , hipotalamus , dan thalamus , di mana hormon ini dibawa ke masing-masing kelenjar susu individu dan saluran susu , melalui aliran darah . Prolaktin merangsang kelenjar susu sehingga mensintesis susu dari cairan tubuh , dan mengeluarkan ke dalam saluran susu (milk duct) . Sel kulit khusus , ( disebut sel mioepitel ) , pada dinding saluran susu dirangsang oleh oksitosin . Ketika dirangsang oleh oksitosin , kontraksi sel mioepitel menyebabkan susu untuk berpindah dari kantung alveoli , melalui saluran susu interkoneksi , ke sinus susu (ampula) di belakang puting sehingga ASI dapat keluar melalui puting . Catatan: Selama menyusui , puting dan areola menjadi terasa lebih besar dalam ukuran dan berwarna lebih gelap .


Tahap Pertama Laktasi buatan: Tanda pertama induksi laktasi adalah sekresi cairan bening dari puting susu. Para cairan bening kebanyakan air dan agak terasa manis, tetapi juga mengandung sejumlah kecil garam. Setelah stimulasi payudara dan puting dengan pijat kombinasi, menyusui, atau pompa ASI, cairan bening mungkin muncul, dan biasanya paling lambat akhir minggu kedua. Selama tahap cairan bening, kelenjar susu masih belum mulai mensintesis susu. Tidak ada jangka waktu yang pasti berapa lama cairan bening ini keluar. Untuk seorang wanita yang relaktasi (sudah menyapih anaknya dan sudah lama tidak menyusui), setelah melakukan induced lactation, tahap ini mungkin hampir tidak terlihat, namun bagi seorang wanita yang belum pernah menyusui sama sekali, tahap ini dapat berlangsung beberapa minggu.



Jaringan lemak dalam payudara meningkatkan jumlah cairan yang disimpan. Pembengkakan dan nyeri dapat terjadi. Penggunaan kompres hangat sambil memompa, pijat payudara, mandi air hangat dapat meredakan nyeri payudara yang timbul, serta membantu merangsang kelenjar susu untuk aktif memproduksi ASI. Sekresi cairan bening, biasanya merupakan tanda yang jelas bahwa sekresi oksitosin telah meningkat ke tingkat yang memadai, tetapi sekresi prolaktin masih di bawah tingkat yang diperlukan untuk mensintesis cairan tubuh menjadi ASI di kelenjar susu. Tingkat selanjutnya dari induksi laktasi ditandai ketika sekresi prolaktin meningkat ke tingkat yang diperlukan untuk memproduksi ASI yang biasanya terlihat pada warna ASI yang lebih putih.
Secara umum, payudara ibu bekerja untuk menghasilkan ASI dengan rumus “supply and demand”. Jika ada permintaan /demand dari bayi angkat si ibu untuk menyusu, maka si ibu angkat bisa mensuplai ASI. Perlu diingat bahwa dengan laktasi buatan (induced lactation), ASI yang dihasilkan sering tidak sebanyak ASI yang dihasilkan oleh ibu pasca kelahiran. Tapi, dengan komitmen kuat ibu dan dukungan dari orang-orang terdekat terutama dari suami untuk menyusui bayi angkatnya, maka suplai ASI dari laktasi buatan juga bisa sebanyak ibu yang menyusui pasca melahirkan. Intinya, hanya diperlukan tindakan untuk merangsang hormon oksitoksin, prolactin dan perlekatan langsung antara puting susu ibu dengan mulut bayi (latch on) agar si ibu bisa menyusi secara buatan (induced lactation). ASI yang dihasilkan melalui induced lactation juga memiliki kesamaan kandungan gizi seperti pada ASI yang dihasilkan ibu pasca melahirkan. So, don’t worry to be surrogate mother.

Bagaimana Cara Melakukan Laktasi Buatan (induced lactation) ?

Ada beberapa cara untuk ibu agar bisa menyusui buah hati tanpa melalui proses kehamilan dan pasca melahirkan. Ada metode dengan bantuan hormon, obat-obatan baik kimia maupun herbal, bahkan dengan metode secara mekanik. Tapi sebelum si ibu memutuskan metode apakah yang terbaik untuk mencetus ASI buatan , sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter maupun konsultan laktasi di klinik terdekat. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter Rumah Sehat Wahida berkaitan dengan induced lactation.


Metode Induced Lactation (Penyusuan Buatan)
Metode yang berkaitan dengan terapi hormonal sebaiknya dibawah pengawasan dokter atau konsultan ASI. Metode ini dilakukan layaknya tubuh ibu sedang memasuki masa kehamilan, namun tidak benar-benar hamil. Biasanya pil KB yang mengandung progesteron dan esterogen digunakan untuk membuat kondisi tubuh si ibu sedang seperti memasuki masa kehamilan. Dengan kondisi seperti itu, kadar progesteron dan esterogen yang tinggi dalam darah layaknya pada ibu sedang hamil akan merangsang payudara untuk mempersiapkan diri untuk memproduksi ASI. Esterogen akan merangsang produksi prolaktin yang nantinya untuk mempoduksi ASI di dalam kelenjar susu, dan progesteron akan merangsang hormon untuk mensekresikan ASI (oksitosin).


Obat domperidone yang biasanya digunakan sebagai obat mual dan muntah dapat digunakan untuk mensekresi hormon prolaktin karena fungsinya sebagai dopamine blocker. Beberapa studi menjelaskan bahwa terjadi peningkatan kadar hormon prolaktin dari 8,1 ng/ml menjadi 124 ng/ml pada wanita yang tidak menyusui setelah mengkonsumsi 20 mg domperidone (1 pil domperidone= 10mg). Kadar tersebut sangat tinggi dan biasa terjadi pada wanita sedang masa menyusui bayi.

Metode hormonal ini akan berpengaruh pada mood si ibu seperti gampang tersinggung, mudah marah, menangis, dan hal-hal lain yang menyangkut perasaan. Hal tersebut juga terjadi pada ibu yang sedang hamil. Si ibu bisa merasakan sensasi layaknya sedang mengalami masa kehamilan seperti morning sickness, mood yang selalu berubah, tidak mengalami haidh, perubahan payudara menjadi lebih padat dan bengkak, gampang lelah, lapar, dan lain sebagainya. Diperlukan dukungan suami tercinta dan orang-orang disekitar agar mengerti kondisi si ibu saat menjalankan metode ini.


Walaupun tubuh mengira si ibu sedang hamil, namun tidak memberikan efek yang terlalu ekstrim terhadap kondisi si ibu.

Metode hormonal ini dilakukan tergantung dari anjuran dokter maupun konsultan ASI. Bisa saja selama 6 bulan persiapan bahkan selama 9 bulan layaknya usia kehamilan, tergantung kondisi kesehatan si ibu angkat.

Setelah menggunakan pil KB 1 kaplet sehari setelah beberapa bulan berjalan, si ibu dapat menghentikan konsumsi pil KB dilanjutkan dengan mengkonsumsi domperidone. Dosisnya antara 1-2 kaplet 3-4 kali sehari. Sebaiknya dosis domperidone tidak melebihi 80mg sehari.

Jika pil KB dihentikan, maka tubuh si ibu akan mengira bahwa sudah terjadi “kelahiran”. Tentu akan merangsang otak untuk menghasilkan prolaktin untuk berproduksi lebih. Dengan bantuan domperidone akan sangat membantu sekresi prolaktin agar merangsang kelenjar susu memproduksi ASI.

Setelah akhir dari “simulasi kehamilan” tadi, tugas si ibu angkat adalah meningkatkan suplai ASI untuk memenuhi kebutuhan ASI si buah hati yang baru saja diangkat. Bisa dengan mengkonsumsi herbal seperti hulbah/ klabet/ fenugreek, daun katuk, daun torbangun / daun bangun-bangun, adas, jintan hitam, oatmeal dan lain sebagainya. Domperidone dapat juga digunakan untuk meningkatkan suplai ASI, namun harus atas anjuran dokter.


Intinya, jika ASI si ibu angkat sudah tercetus, si ibu harus lebih sering menyediakan waktu untuk menyusui langsung dari puting susu ibu ke mulut bayi. Semakin sering si ibu menyusui dan perlekatannya baik, maka payudara akan terangsang untuk memenuhi kebutuhan ASI si bayi. Ingat rumusan “Supply And Demand”.

Apakah ada metode yang lain tanpa terlalu banyak berinteraksi dengan terapi hormonal obat-obatan kimiawi agar ASI tercetus ?

Jawabanya : Ada. Berikut kutipan dari situs : www.wikihow.com/Induce-Lactation yang kami sadur ke beberapa langkah berikut :

1. Buat jadwal
Anda idealnya perlu meluangkan waktu 8 sesi sehari, 20 menit per sesi (10 menit untuk setiap payudara), terhadap proses merangsang produksi ASI secara buatan.


2. Memilih Metode
A. Suckling (Penghisapan langsung dari mulut bayi). Metode ini memerlukan perlekatan yang baik pada puting susu dan areola payudara sehingga proses penyusuan tidak menyakiti si ibu maupun bayi.


B. Pijatan payudara dan rangsangan pada puting susu. Metode ini dapat diterapkan sebagai berikut. Gunakan telunjuk dan jari tengah ke payudara pijat dengan gerakan melingkar di sekitar areola, mirip dengan teknik pemeriksaan payudara, kemudian posisi ibu jari di atas puting dan telunjuk dan jari tengah di bawah puting dan berulang kali menerapkan tekanan langsung ke dinding dada untuk menekan ampula yang berada di belakang aerola. Teknik ini biasa disebut marmet hand technique.


C. Pompa ASI. Jika Anda tidak memiliki bayi untuk menyusui, stimulasi mekanik yang ditawarkan oleh pompa ASI juga sudah cukup. Pastikan untuk membaca petunjuk pompa ASI dengan seksama, karena jika proses pompa tidak benar, terbukti tidak efektif terhadap rangsangan ASI buatan.


D. Terapi hormon. Metode seperti yang sudah dijelaskan diatas. Diperlukan pengawasan oleh dokter.

Nah, si ibu dapat menggabungkan beberapa metode di atas agar ASI lebih cepat tercetus.


3. Ulangi proses perangsangan ASI antara 1 sampai 4 minggu. Anda harus melihat sekresi dalam periode waktu itu. Setelah Anda merangsang laktasi, ASI akan muncul seperti tetesan pada awalnya, kemudian secara bertahap meningkat jumlah tetesannya ketika Anda melanjutkan proses menyusui ataupun seiring menggunakan metode yang di atas. Bisa saja proses perangsangan membutuhkan waktu lebih dari 4 minggu seperti yang sudah dijelaskan di atas.


Tips Bagi Ibu Untuk Mencetus ASI buatan (Induced Lactation) :

1. Pola pikir emosional Anda adalah sangat penting ketika Anda mencoba untuk melakukan induced lactation. Fokus pada diri Anda seperti layaknya ibu yang sedang menyusui. Jika Anda membiarkan pikiran Anda tidak fokus bahkan stress, kelenjar pituitari Anda sulit memproduksi hormon yang diperlukan untuk produksi ASI. Ingatlah, ketika Anda membayangkan sedang menyusui, kelenjar pituitari di otak akan merespon untuk menghasilkan hormon yang diperlukan untuk produksi ASI, dan itu tanpa perlu proses kehamilan terlebih dahulu.


2. Carilah informasi mengenai proses menyusui yang benar di internet dan buku.



3. Bergabunglah dengan komunitas yang bergerak di bidang ibu menyusui atau yang khusus induced lactation untuk memperoleh dukungan, informasi dan nasihat yang akan diperlukan.


Dari beberapa sumber, menjalani proses induced lactation memang sulit, namun ketika ASI tercetus pertama kali, akan memberikan rasa bahagia yang tidak ternilai bagi si ibu yang menjalaninya.


Nah, ibu sudah siap membahagiakan si buah hati yang baru saja ibu angkat ? Selamat ya bu.


Jika memerlukan konsultasi lebih lanjut tentang proses induced lactation, dapat berkonsultasi di klinik kami di Rumah Sehat Wahida, atau form komentar di bawah ini.


SUMBER :


http://www.mayoclinic.com/health/induced-lactation/AN01882


http://www.wikihow.com/Induce-Lactation


http://www.asklenore.info


http://www.stargatelibraries.com/HowToInduce001.html


www.inducedlactation.org


http://www.laleche.org.uk/

18 komentar:

Tiffany Aristi said...

Rumah sehat wahida itu dimana ya bu?
Saya sgt tertarik dg artikel anda.. klo berkenan.. saya ingin menjadi kan ini sebuah penilitian skripsi saya. Trimakasih

fadlun jamal said...

Obat apa yg harus dibeli diapotik untuk dptkan asi buatan dan bgm dgn dosisnya mohon penjelasannya terimakasih

Rumah Sehat Wahida said...

Untuk obat pencetus ASI, kami sarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter atau ke klinik laktasi terdekat ya pak.

Ummu Milla said...

SUbhanAlloh,, terimakasih informasinya,, semoga Alloh memberikan pahala yg besar atas ilmu yg anda sebarluaskan,,, aamiin,, Syukron jiddan..

Pembicara Marketing Online Erianto Simalango said...

terimakasih atas informasinya sangat menarik artikelnya.

salam
obat herbal untuk penderita atau penyakit pcos
Sabun pembersih komdeo untuk pria
Sabun Penghilang komedo putih

Glutavia Flashin said...

wow informasinya sangat bagus dan dapat menjawab rasa penasaran seseorang tentang hal-hal seperti itu


thanks
Glutavia Beauty Drink
Glutavia
Glutavia Beauty Drink

Devi Intan Muliasari said...

Info yg bermanfaat.

'wavhie' said...

dilihat dr segi syariat agama (islam),apakah hal ini diperbolehkan? bgaimana dg hubungan nasab si anak angkat nanti jika mengalir darah melalui ASI si ibu angkat? mohon penjelasan nya krn sy berniat untuk ikut program ini jika memang diperbolehkan.. terimakasih.

Unknown said...

Saya ingin ikut program ini, bagaimana caranya? Kliniknya dimana ya?

Unknown said...

Saya ingin ikut program ini, bagaimana caranya? Kliniknya dimana ya?

Indah Nuraeni said...

saya sebagai seorang ibu muda sangat berterimakasih atas informasi ini. sangat berguna sekali.

amoorea

Unknown said...

Assalamualaikum wr wb. Klo mau konsultasi lebih lanjut bagaimana ya??

Kenan Basuki said...

kalau di induce suami atau pacar bisa membantu gak ya dari pada di suction pakai mesin?

ichanotary said...

Assalammu'alaikum... Pak dokter, di jkt ada ga klinik ini?kl ga ada bs konsul via wa or email or telp?

Haya said...

Maaf dari sekian banyak pertanyaan ko ada jawabannya ya, sy juga tertarik dengan program asi buatan ini, tp adakak alamat, no. Telp/ hp/ WA RUMAH SEHAT WAHIDA supaya bisa konsultasi lebih lanjut. Mohon balasannya

Haya said...

Maksud sy dari sekian banyak pertanyaan ko ga ada jawabannya.

Wytri Anty said...

Assalamualaikum, sya cba bantu jwab untk ptanyaan dari 'wahvie'
Dlam islam tdk ada larangan untk mnyusui anak adopsi, bhkan dianjurkan agar bsa mnjadi mahram dari anak lain yg dimiliki si ibu tsb (jika memiliki anak lain), jika tdk memiliki anak lain pun tdk apa2.
Dan prkara nasab, itu tdk akan brubah hnya karna disusui oleh ibu lain maka nasabny brubah??
Tntu tdk, anak spersusuan tetaplah hnya spersusuan, untk nasab tetp jatuh kpada orgtua kndung anak tsb.
Anda bsa brtanya langsung akan hal ini kpada uztad trdekat drumah anda atopun searching d yutube tntang cramah uztad buya yahya, uzt.khalid dsb.
Mreka smua mnjelaskan sma tntang nasab ini.
Trimakasih,
Wassalamualaikum

ummu arrahma said...

Wah keren ini ilmu baru yg saya tahu. Bisa ya menyusui tanpa hamil terimakasih mbak untuk informasi nya. 😍

Post a Comment