Tuesday, December 22, 2015

Mengenal Penyakit ISPA dan Pencegahannya

Seorang pasien berkunjung keklinik untuk berobat dengan keluhan sakit tenggorokan disertasi batuk kering, pilek, hidung tersumbat  dan demam. setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter ternyata pasien tersebut menderita penyakit ISPA. 
Yang menjadi pertanyaan  apa yang dimaksud dengan ISPA ? bagaimana cara pencegahan dan penanganannya? ISPA merupakan salah satu penyakit dengan kunjungan terbanyak di sarana pelayanan kesehatan primer seperti Klinik dan Puskesmas. Berdasarkan informasi  data dompet dhuafa, terutama beberapa bulan terakhir berkaitan kasus pencemaran asap , ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) menjadi penyakit paling tinggi diderita masyarakat terdampak di kawasan Sumatera dan Kalimantan. Pekatnya kabut asap di daerah sekitar Sumatera dan Kalimantan telah mempengaruhi jumlah penderita kesehatan khususnya penyakit  ISPA. Data dari Kementerian Kesehatan RI  periode 23 Oktober 2015, sebanyak 503.874 orang di Sumatera dan Kalimantan terkena penyakit ISPA akibat paparan asap. Bahkan bencana tersebut juga telah mengakibatkan 19 orang meninggal dunia. Oleh karena , perlu kita mengenal lebih dalam kaitannya penyakit ISPA ini dan bagaimana penangananya serta pencegahannya.
ISPA merupakan singkatan  dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut . Terkadang istilah ini sering diartikan sebagai Infeksi Pernafasan Atas oleh karena keluhannya didominasi gangguan di sistem pernafasan atas seperti hidung , sinus, tenggorokan ,dan laring . Berdasarkan pengertian ISPA, Depkes RI( 2007) mendefiniskan ISPA  adalah penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya, seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Pada dasarnya , jenis penyakit ISPA ini beragam. Mulai dari penyakit rhinitis, sinusitis, faringitis, tonsillitis bahkan sampai istilah pneumonia digolongkan kepada ISPA.
ISPA dikatakan sebagai proses akut dikarena proses infeksi terjadi atau berlangsung maksimal selama empat belas hari. Penyakit ISPA  ini dapat mengenai siapa saja serta semua usia, tua muda, dari bayi hingga lanjut usia.  Berdasarkan data epidemiologi, World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa 1 dari 3 penyebab mortalitas (kematian) pada anak di bawah usia lima tahun adalah ISPA, terbanyak adalah ISPA dengan pneumonia (radang selaput paru-paru).  Di Indonesia, ISPA adalah pembunuh utama bayi dan balita. Yang menjadi hal yang ironis bagi kita adalah banyak masyarakat yang belum tahu tentang pneumonia yang merupakan bagian dari ISPA itu sendiri . Sekadar diketahui, pneumonia pada anak tersering disebabkan oleh bakteri yaitu Streptococcus pneumonia dan Haemofilus influenza. Kasus ISPA menempati urutan pertama dalam jumlah rawat jalan terbanyak di Indonesia. Hal ini menunjukkan angka pasien penderita ISPA masih tinggi. (Depkes RI, 2009).
Penyakit ISPA sangat erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh (imunitas) seseorang. Semakin lemah imunitas seseorang , maka akan semakin mudah terjangkit penyakit ini.  Pada sebagian kasus ISPA, mereka yang terinfeksi adalah anak-anak dan lanjut usia dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang mereka punya masih belum cukup sepenuhnya atau mulai  menurun dan memang masih rendah jika dibandingkan orang dewasa muda. Kondisi penyakit ISPA ini dapat menggangu sistem pernafasan tubuh oleh karena oksigen tidak akan cukup masuk ke dalam tubuh sehingga jika tidak tertangani dengan baik akan dapat menimbulkan  gejala yang lebih parah bahkan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, ISPA dapat dianggap penyakit yang sangat diwaspadai , Jika pada keluarga dicuriga menderita ISPA , disarankan untuk segera mencari sarana pengobatan  karena kondisi ini berpotensi menyebar ke beberapa orang .

Penyakit ini dapat ditularkan melalui udara pernapasan seperti bersin atau batuk yang mengandung kuman (virus, bakteri, jamur) yang dihirup orang sehat lewat saluran pernapasan. Juga dapat menular secara tidak langsung melalui kontak cairan yang mengandung virus atau bakteri yang menempel pada di benda-benda yang sudah tersentuh  oleh cairan tersebut dan dapat menular kepada orang lain . Untuk menghindarinya , sangat dianjurkan untuk selalu mencuci tangan apabila melaksanakan suatu aktivitas di tempat umum . Namun berdasarkan konsep timbulnya penyakit yang kaitannya dengan fungsi tubuh manusia,  penyebab penyakit ini  sangat terkait dengan tidak berfungsinya silia pada permukaan saluran nafas   yang merupakan salah satu yang mekanisme pertahanan tubuh. Kita perlu mengetahui bahwa saluran pernapasan dari hidung sampai bronkhus dilapisi oleh membran mukosa bersilia (silia = rambut-rambut halus). Udara yang masuk melalui rongga hidung disaring, dihangatkan dan dilembabkan. Partikel debu yang kasar dapat disaring oleh rambut yang terdapat dalam hidung, sedangkan partikel debu yang halus akan terjerat dalam lapisan mukosa. Gerakan silia tersebut akan  mendorong lapisan mukosa ke posterior/belakang ke rongga hidung dan ke arah superior/atas menuju faring. Efek pencemaran udara seperti polusi asap yang merupakan salah satu pencetus timbulnya penyakit ISPA dapat menyebabkan peradangan mukosa di saluran pernafasan  sehingga   pergerakan silia hidung menjadi lambat dan kaku bahkan dapat berhenti sehingga tidak dapat membersihkan saluran pernafasan akibat iritasi oleh bahan pencemar. Produksi lendir akan meningkat sehingga menyebabkan penyempitan saluran pernafasan dan rusaknya sel pembunuh bakteri di saluran pernafasan. Akibat dari hal tersebut akan menyebabkan kesulitan bernafas sehingga benda asing tertarik dan bakteri lain tidak dapat dikeluarkan dari saluran pernafasan. Hal ini akan memudahkan terjadinya infeksi saluran pernafasan yaitu ISPA.

Gejala yang sering timbul dari penyakit ini adalah mulai dari gejala yang ringan sampai berat. Gejala dapat berupa  demam, sakit kepala, nyeri tenggorokan , hidung tersumbat , pilek, batuk ,  bahkan sampai sesak nafas. Apabila dijumpai gejala seperti ini seseorang dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter terutama pada anak-anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara umum terutama sistem saluran nafas dan beberapa pemeriksaan penunjang yang diperlukan  seperti pemeriksaan darah rutin atau foto rontgen untuk menegakkan diagnosis penyakit ini . Apabila sudah terdiagnosis penyakit ISPA, biasanya dokter akan memberikan beberapa rekomendasi  terapi yang sesuai dengan indikasi. Yang menjadi masalah saat ini adalah pasien melakukan pengobatan sendiri tanpa melalui nasehat dokter atau tenaga medis lainya .Akhirnya pasien berinisiatif membeli obat-obatan sendiri di toko obat. Terkadang obat-obatan yang dibeli tidak hanya obat-obatan  yang bersifat simptomatis (mengatasi gejala) tetapi obat-obatan antibiotik (penghambat/pembunuh bakteri). Seseorang yang menggunakan antibiotik secara “sembarangan” tanpa memperhatikan penyebab yang mendasarinya dan digunakan secara berlebihan maka akan menimbulkan keadaan  resistensi antibiotik  oleh bakteri penyebab penyakit  tersebut. Yang dimaksud dengan resistensi bakteri terhadap antibiotik adalah kemampuan alamiah bakteri untuk mempertahankan diri terhadap efek antibiotik. Antibiotik menjadi kurang efektif dalam mengontrol atau menghentikan pertumbuhan bakteri. Bakteri yang menjadi target operasi antibiotik beradaptasi secara alami untuk menjadi “resisten” dan tetap melanjutkan pertumbuhan demi kelangsungan hidup meski dengan kehadiran antibiotik. Bakteri akan berevolusi membentuk pertahanan diri sehingga bakteri tersebut lebih kebal terhadap antibiotik  tersebut . Salah satu akibat penggunaan antibotik yang tidak baik adalah terciptanya suatu kondisi yang menyebabkan perkembangan  bakteri flora normal yang ada di tubuh manusia terhambat . Penting juga diketahui bahwa, bakteri flora normal merupakan salah satu bakteri yang yang tidak patogen (tidak menimbulkan penyakit).  Pemusnahan bakteri flora normal akibat penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat menimbulkan over growth beberapa bakteri patogen penyebab penyakit sehingga menyebabkan ketidakseimbangan di dalam tubuh manusia.. Yang juga perlu  diketahui juga  bahwa  penyebab penyakit ISPA seperti flu, pilek ternyata didominasi oleh Virus. Artinya penyakit ISPA adalah penyakit “self limited diseases” atau penyakit yang dapat sembuh sendiri oleh tubuh kita tanpa pengobatan dengan syarat  kondisi pertahanan tubuh kita cukup baik . Jadi jangan terburu-buru memberikan antiobiotik pada penyakit ISPA ini , kenali dengan seksama penyebabnya. Pemberian antibiotik sering tidak ada gunanya, karena pengobatan yang lebih dibutuhkan pada kondisi flu dan pilek adalah obat-obat simptomatik atau pengurang gejala. Misalnya dekongestan untuk melegakan tenggorokan, antialergi untuk bersin-bersin dan pereda batuk jika diperlukan. Suplemen multivitamin juga penting untuk diberikan dalam kondisi seperti ini, karena bisa meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Secara alami, sistem imun yang sehat dengan sendirinya akan membentuk perlawanan terhadap virus flu.
Bagaimana menanggulangi masalah penyaki  ISPA?  maka perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu  faktor internal dan eksternal .Faktor internal meliputi usia , status gizi. sedangkan Faktor eksternal meliputi pemberian suplemen vitamin A, status imunisasi, kepadatan hunian, asap dapur, asap rokok dan lain-lain .
Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah Usia . Usia akan mempengaruhi kualitas kesehatan seseorang. Beberapa organ akan mulai menurun termasuk sistem pertahanan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit . Kondisi penyakit akan semakin bertambah jika gizi seseorang tersebut tidak terpenuhi, kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tidak seimbang dan  tidak sehat,  serta sedikit mengkonsumi buah-buahan dan sebagainya . Prinsip nya adalah  menjaga daya imunitas ( pertahanan tubuh)  kita dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta perbanyak buah-buahan segar terutama yang berwarna merah atau orange merupakan hal yang penting.  Istilah pepatah “ you are what you eat” diri kita bergantung apa yang kita makan. Makanan yang baik akan membentuk tubuh yang sehat pula.
Selain itu, bagi penderita ISPA sangat dianjurkan untuk istirahat yang cukup. Istirahat yang benar akan membawa pemulihan dan kekuatan bagi tubuh. Saat seseorang istirahat yang cukup  ,sel-sel tubuh akan diperbaharui , hormon tubuh seperti  kortisol yang biasa disebut hormon pengendali stress  akan memperoleh kadar yang lebih  stabil.  Istirahat yang cukup berdasarkan berbagai penelitian dianjurkan berkisar 6-7 jam sehari. Orang yang tidur tidak cukup dan terganggu akan rentan terhadap timbulnya penyakit  Begitu juga halnya bagi penderita ISPA sangat dianjurkan mengkonsumsi air putih yang cukup. Cukup bukan berarti banyak . justru terlalu banyak mengkonsumsi  air menyebabkan konsentrasi obat-obat yang dikonsumsi akan menurun. Minum 8 gelas sehari (2,5 liter /hari) termasuk dalam kriteria minum yang cukup. Kebutuhan tubuh akan cairan memang tak bisa dibantah. Cairan penting dalam memelihara keseimbangan serta proses metabolisme tubuh. Bila asupan cairan ke dalam tubuh tidak seimbang dengan pengeluaran, maka dipastikan tubuh  akan mengalami gangguan ataupun dehidrasi / kekurangan cairan  sehingga akan mudah timbulnya berbagai penyakit.  
Yang perlu diperhatikan dalam penanggulangan penyakit ISPA ini adalah jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan lainnya. Konsumsi obat-obatan sesuai anjuran petugas kesehatan .Tidak perlu malu untuk bertanya tentang perihal penyakit ISPA dan jenis jenis obat yang diberikan kepada dokter agar pengetahuan pasien semakin bertambah dan pengobatan semakin maksimal serta pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin.
Bagaimana pencegahan yang baik terhadap penyakit ISPA ini? pertanyaan yang sering ditanyakan oleh beberapa pasien. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar penyakit ini dapat  dicegah atau diminimalisir.  Selain  menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan yang bergizi & olahraga teratur serta menjaga kebiasaan  mencuci tangan seperti yang disebutkan sebelumnya, maka hendaklah kita membiasakan diri untuk selalu menjaga kebersihan mulut dan saluran nafas. Kebiasan seperti berkumur kumur dan menghirup  air ke dalam hidung  dan mengeluarkannya seperti halnya berwudhu yang biasa dilakukan komunitas muslim dapat memperkecil resiko timbulnya infeksi. Juga bagi seorang perokok, sangat disarankan untuk berhenti merokok . Merokok dapat menganggu kestabilan keasamaan  di dalam mulut, perubahan kerusakana struktur silia disaluran nafas dan menyebabkan resiko penyakit –penyakit saluran  nafas. Bahkan perilaku merokok tersebut beresiko timbulnya kanker saluran pernafasan dari beberapa hasil penelitian. Merokok tidak hanya merugikan diri sendiri juga akan merugikan orang lain melalui sebaran asap dari perokok aktif kepada perokok pasif.  Gunakan masker setiap anda keluar rumah untuk menghindari paparan udara yang tidak sehat seperti asap dan lainnya. Standar masker yang dianjurkan adalah  jenis N95  , terutama dipakai terutama pada daerah yang memiliki polusi asap yang tinggi. Yang juga tidak kalah pentingnya perlu kita diperhatikan adalah menghindari faktor stress. Hiduplah dengan pola hidup dan pola pikir yang sehat serta penuh semangat. Faktor stress dapat mempengaruhi sistem pertahanan tubuh seseorang . Mari menjaga kesehatan kita dengan mengenali penyakit dan mencegahnya.
Semoga tulisan ini   membawa manfaat bagi para pembaca .             

Terima kasih
Salam Sehat
dr.Hasanul arifin
www.rumahsehatwahida.com 

0 komentar:

Post a Comment